Makna Putra Daerah Dalam Kampanye Pemilukada

Posted by al Luky Sabtu, 19 Januari 2013 2 komentar
Pilkada tinggal di depan mata. Pada moment ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin daerahnya selama 5 tahun ke depan. Sehingga perlu ketelitian dari tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya. Olehnya itu pengenalan terhadap calon-calon pemimpin mutlak harus diketahui oleh setiap anggota masyarakat yang akan memilih.

Pilkada merupakan bagian dari otonomi daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat daerah. Dengan adanya pilkada di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Hal yang menarik menjelang pilkada saat ini yakni adanya isu putra daerah. Akhir-akhir ini putra daerah diyakini menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin daerah. Sehingga tidak mengherankan jika seorang calon bupati menambahkan keterangan putra daerah pada setiap kampanyenya.

Berdasarkan dari fenomena tersebut maka perlu pemikiran secara jernih tentang apa arti dari putra daerah itu sendiri. Apakah yang dimaksud dengan putra daerah adalah penduduk asli atau suku suatu daerah? Apakah putra daerah merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin? Seberapa jauh kelayakan dari calon-calon putra daerah atau pun non putra daerah tersebut untuk menjadi pemimpin suatu daerah?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa depdikbud republik Indonesia tidak terdapat arti dari kata putra daerah. Kata yang berdekatan ialah bumi putera yang memiliki arti anak negeri atau penduduk asli atau pribumi.

Masih berdasarkan kamus tersebut jika kata putra daerah dibagi dua, yakni putra dan daerah, maka didapati arti putra yaitu anak laki-laki dan daerah yakni suatu tempat sekeliling atau yang termasuk di lingkungan suatu kota, wilayah, dll.

Sedangkan menurut webstern dictionary kata putra daerah lebih dekat kepada kata native (orang pribumi) yang artinya an origin in habitant (penduduk asli) or long life resident (penduduk tetap) atau existing in or belonging to one by nature (seseorang yang tinggal di daerah tersebut) atau belonging to a place by a birth (seseorang yang lahir di daerah tersebut).

Menurut teori Samuel P. Huntington, ada 4 jenis dari defenisi putra daerah, yakni pertama, putra daerah geanologis atau biologis, yaitu seseorang yang dilahirkan dari daerah tersebut. Kategori ini dibagi menjadi, yakni seseorang yang dilahirkan di daerah tersebut yang salah satu atau kedua orang tuanya berasal dari daerah tersebut dan mereka yang tidak lahir di daerah tersebut tapi memiliki orang tua yang berasal dari daerah tersebut.

Kedua, yakni putra daerah politik, yaitu putra daerah genealogis yang memiliki kaitan politik dengan daerah tersebut, contohnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) dari daerah tertentu yang sebelumnya tidak memiliki kiprah politik dan ekonomi pada daerah tersebut atau anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) pusat yang oleh partainya di tempatkan sebagai kandidat dari daerah yang memiliki kaitan genealogis dengannya.

Ketiga, yakni putra daerah ekonomi, yaitu putra daerah genealogis yang karena kapasitas ekonominya kemudian memiliki kaitan dengan daerah asalnya melalui kegiatan investasi atau jaringan bisnis di daerah asalnya. Putra daerah ini terlintas hanya memiliki kepentingan pragmatis dengan daerah asalnya. Mereka menggunakan daerah hanya sebagai basis pemenuhan kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri. Namun sebaliknya daerah itu pun sedikit banyak memperoleh keuntungan politik dan ekonomi dari mereka.

Keempat, yakni putra daerah sosiologis, yaitu mereka yang bukan saja memiliki keterkaitan genealogis dengan daerah tersebut tetapi juga hidup, tumbuh, dan besar serta berinteraksi dengan masyarakat daerah tersebut. Mereka menjadi bagian sosiologis dari daerah tersebut.

Dari defenisi-defenisi di atas, jelaslah bahwa putra daerah tidak dapat didefenisikan secara sempit. Putra daerah tidak hanya dapat di artikan sebagai orang yang merupakan penduduk asli dari suatu daerah atau merupakan suku dari suatu daerah tersebut. Selain itu, dalam suatu daerah tidak mungkin hanya terdapat satu macam suku atau pun ras tapi terdiri dari berbagai macam suku dari berbagai daerah yang datang dan menetap di daerah tersebut.

Inilah salah satu kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku. Jika pemahaman-pemahaman tentang putra daerah ini terus dikembangkan maka akan memicu timbulnya semangat primordialisme atau rasa kesukuan yang berlebihan yang dapat mengancam keutuhan  suatu daerah bahkan negara republik indonesia.

Dalam pemilihan pemimpin daerah yang harus diutamakan ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu daerah tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun cacat secara intelektual, moral dan sosial.

Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas terhadap perbaikan masyarakat.

Jika suatu kepemimpinan diserahkan kepada yang tidak memiliki kapabilitas maka kita sedang mempersiapkan kehancuran yang terencana seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya:

“Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. ada yang bertanya, “bagaimana menyia-nyiakannya?” beliau menjawab, “jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhari)

Baca Selengkapnya ....

Kisah Teladan Si Belang Si Botak dan Si Buta Menyikapi Ujian

Posted by al Luky Kamis, 17 Januari 2013 0 komentar
Nabi saw pernah menceritakan (artinya) : “ Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.

Malaikat itu datang kepada si belang dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si belang menjawab : Saya mendambakan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilang penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku. Malaikat itu pun mengusap si belang, maka hilanglah penyakit yang menjijikkannya itu, bahkan ia diberi paras yang tampan.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si belang menjawab : Unta.  Kemudian ia di beri untu yang bunting sepuluh bulan. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si botak menjawab : Saya mendambakan rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini. Malaikat itu pun mengusap si botak, maka hilanglah penyakit itu, serta di berilah ia rambut yang bagus.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si botak menjawab : Sapi. Kemudian ia di beri sapi yang bunting. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian malaikat itu datang kepada si buta dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan  Si buta menjawab : Saya mendambakan agar Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat. Malaikat itu pun mengusap si buta, dan Allah mengembalikan penglihatannya.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi ? Si buta menjawab : Kambing. Kemudian ia di beri kambing yang bunting.

Selang beberapa waktu kemudian, unta, sapi dan kambing tersebut berkembang biak yang akhirnya si belang tadi memiliki unta yang memenuhi suatu lembah, demikian juga dengan si botak dan si buta, masing-masing memiliki sapi dan kambing yang memenuhi suatu lembah.

Kemudian Malaikat tadi datang kepada si belang dengan menyerupai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan si belang waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor unta untuk bekal dalam perjalanan saya. Si belang berkata : Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak.

Malaikat itu berkata : Kalau tidak salah saya sudah mengenalimu. Bukankah kamu dahulu orang yang berpenyakit belang sehingga orang lain merasa jijik kepadamu? Bukankah kamu dahulu orang yang miskin kemudian Allah memberi kekayaan kepadamu? Si belang berkata : Harta kekayaanku ini adalah warisan dari nenek moyangku. Malaikat itu berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak  seperti keadaan si botak waktu itu. Dan berkata kepadanya seperti apa yang di katakan kepada si belang . Si botak juga menjawab seperti jawaban si belang tadi Kemudain malaikat tadi berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat tadi mendatangi si buta dengan menyerupai orang buta seperti keadaan si buta waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor kambing untuk bekal dalam perjalanan saya.

Si buta berkata : Saya dahulu adalah orang yang buta kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah Yang Maha Mulia.

Malaikat itu berkata : Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu itu di uji dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu (si belang dan si botak ). “
(HR. Al Bukhari dan Muslim, hadits ini juga di sebutkan oleh Al Imam An Nawawi dalam Riyadhush Shalihin hadits no. 65)

Di dalam sabda Nabi saw yang mulia tersebut banyak terkandung faedah dan pelajaran bagi kaum muslimin. Tidaklah Rasulullah saw menceritakan kisah kejadian umat terdahulu melainkan untuk menjadi pelajaran bagi umat yang datang setelahnya.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. “ (QS. Yusuf : 111)

Baca Selengkapnya ....

Sejak Kapan Kaos Oblong di Gunakan Sebagai Pakaian Luar?

Posted by al Luky Selasa, 15 Januari 2013 1 komentar
Pernahkah anda memakai atau melihat orang yang memakai t-shirt? Saya rasa ini pertanyaan ngawur deh…Sebab tentu saja kan kita pernah memakai dan melihat seseorang  memakainya. Di sepanjang jalan yang kita lalui, pada acara-acara yang kita nonton di TV, di pasar apalagi t-shirt dapat dengan mudah kita jumpai.

Seakan tidak mau berpisah dengan seseorang, tidak ada seharipun untuk tak melihat orang dengan t-shirtnya. Kecuali bila kita sendiri yang berkeiginan untuk tidak melihatnya dan memutuskan untuk mengurung diri dalam kamar sehingga. Kalau kasusnya seperti ini tentu saja keinginan kita untuk tidak melihatnya dapat terwujud.

Dalam perkembangannya, t-shirt ini sudah menemani rakyat di dunia sejak puluhan tahun yang lalu dan baru sampai di Indonesia belumlah terlalu lama.

Namun pada awal keberadaannya di negeri ini, ia masih malu-malu menampakkan diri alias masih di gunakan sebagai baju dalaman dan belum di pakai sebagai pakaian luar seperti sekarang .
Meskipun rata-rata penghasilan masyarakat Indonesia dulu masih minim, mereka akan tetap memakai baju berkerak jika akan keluar dari rumah. Hal ini kontras dengan saat ini.
Sebenarnya sejak kapan t-shirt alias kaos oblong jadi pakaian ‘kebangsaan’ kita?

Setelah di telisik, ternyata sejarah kaos oblong belumlah terlalu panjang. Kira-kira kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Itupun kaos berbahan katun biasa di gunakanoleh tentara Eropa sebagai pakain dalam (di balik seragam), dan di pakai sebagai pakaian luar saat mereka beristirahat di udara siang yang panas.

Istilah “t-shirt” (yang mungkin di ambil berdasarkan bentuknya) baru muncul di Merriam-Webster’s Dictionary pada 1920, dan baru pada Perang Dunia II ia menjadi perlengkapan standar dalam pakaian militer di Eropa dan Amerika Serikat ( t-shirt king ).

Di bagian selaltan India penduduk setempat mempunyai dhoti. Dhoti ini sejenis kaos oblong yang terbuat dari kain kasa halus berwarna putih susu dan telah di pakai sejak dua ribu tahun yang lalu. Dalam perkembangannya dhoti tidak lagi sekedar di pakai sebagai kaos, tapi  juga sebagai selendang atau serban.
Keturunan India di Malaysia, menggunakan dhoti sebagai pakaian perkawinan.

Kaos semula hanya di akui sebagai pakaian dalam. Tetapi karena gencarnya promosi yang di lakukan di media massa perlahan mulai tampil sebagai akain public. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, bahan-bahan kaos oblong mulai bermunculan.  Teknologi screenprint di atas kaos katun pun akhirnya ditemukan awal 60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos baru seperti tank top, muscle shirt, scoop neck, v-neck, dsb.

Salah satu kasus promosi kaos melalui media massa yaitu ketika John Wayne, Marlon Brando, dan James Dean memakai pakaian dalam untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam film “ A Streetcar Named Desire “ ( 1951 ). Marlon brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka.

Sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos dari keperluan pribadi ke ruang public ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publk.

Selain itu pula, dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, meski sudah mendunia sejak tahun 50-an, kaos masih saja belum di masukkan ke dalam kategori fashion. Kaos tetap di anggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas di pakai sebagai pakaian luar.

Baca Selengkapnya ....

Macam-macam Kata Petunjuk Dalam Bahasa Jepang

Posted by al Luky Senin, 14 Januari 2013 2 komentar
Kata penunjuk di dalam bahasa Jepang dapat di bedakan menjadi beberapa macam, yaitu kata petunjuk tempat, kata petunjuk arah dan kata petunjuk benda .   Pada postingan kali ini kita hanya akan membahas kata petunjuk tempat dan kata petunjuk arah.
A. Kata Petunjuk Tempat
Sesuai namanya, kata petunjuk ini merupakan kata petunjuk tempat dan bisa berdiri sendiri sebagai subyek.
koko (ここ) – di sini
soko (そこ) – di situ
asoko (あそこ) – di sana (jauh)
doko (どこ) – dimana
doko (どこ) dipakai buat menanyakan suatu tempat.

Agar lebih memahami perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini :

Disini adalah Tokyo
Koko wa Toukyou desu (ここは東京です)
Here is Tokyo

disitu adalah ruang UKS
soko wa hoken-shitsu desu (そこはほけんしつです)
Here is the medical room

Jangan merokok di tempat itu.
Asoko ni tabako wo suwanaide kudasai(あそこにタバコをすわないでください)
Don’t smoke over there

Toilet ada di sebelah mana?
Toire wa doko desu ka. (トイレはどこですか)
Where is the toilet?

Masakan di restoran itu sangat enak.
Asoko no resutoran no ryouri wa oishii desu(あそこのレストランのりょうりはおいしいです)
The food in that restaurant is very delicious

Kosa Kata :

Toukyou  - (東京 = とうきょう)-Tokyo
Hokenshitsu  (ほけんしつ) - Ruang UKS
Tabako (タバコ)-Rokok. Menggunakan huruf katakana karena di adopsi dari bahasa asing.
Suwanaide (すわないで)- asal kata dari ~Suu(すう) yang artinya menghisap dan di tambahkan akhiran ~naide(ないで) sebagai ungkapan pelarangan.
Ryouri (りょうり)- masakan
Oishii (おいしい)-enak

B. Kata Petunjuk Arah
Untuk menunjukkan arah, kita menggunakan :

kochira (こちら) – disebelah sini
sochira (そちら) – disebelah situ
achira (あちら) – disebelah sana
dochira (どちら) – disebelah mana (digunakan untuk menanyakan arah)

Agar lebih memahami perhatikan kalimat-kalimat berikut :

Perpustakaan ada di sebelah mana?
Toshoshitsu wa dochira desu ka(としょしつはどちらですか。)
Where is the reading room?

Ruang perpustakaan ada di sebelah sana
Toshoshitsu wa achira desu.(としょしつはあちらです。)
The reading room is over there

Bagaimana keadaan pasar di situ?
Sochira no maaketto no jijou wa ikaga deshouka.(そちらのマアケッとの事情はいかがでしょか。)
How is the condition of the market there?

Keadaan pasar di sini tidak begitu baik.
Kochira no maaketto no jijou wa amari yoku arimasen.(こちらのマアケッとの事情は余りよくありません)
The market condition here is not so good.

Penjelasan :

Pola kalimat yang dipakai adalah sebagai berikut :
untuk kalimat positif
kochira/sochira/achira wa A desu = disebelah sini/disebelah situ/disebelah sana adalah A.
atau
A wa kochira/sochira/achira desu = A ada disebelah sini/disebelah situ/disebelah sana  .
untuk kalimat tanya
dochira ga A desuka = disebelah manakah A ? , atau bisa juga
A wa dochira desuka = A ada disebelah mana ?
note : untuk pola kalimat ini, unsur A tidak hanya nama tempat, tapi bisa juga arah angin.

Kosa Kata :
Toshoshitsu (としょしつ) – Perpustakaan
Maaketto (マアケッと)- Market (Pasar)
Jijou (事情 = じじょう)- (keadaan,alasan,situasi,seluk-beluk)
Amari yoku arimasen (余りよくありません) – Tidak begitu baik

Baca Selengkapnya ....

Kata Penunjuk Benda Kono Sono Ano

Posted by al Luky Minggu, 13 Januari 2013 3 komentar
Seperti pada postingan saya sebelumnya. Di dalam bahasa jepang ada macam-macam kata penunjuk. Mereka adalah kata tempat penunjuk arah, penunjuk tempat dan kata penunjuk benda. Kata Penunjuk benda terbagi menjadi 2 macam, yaitu kore sore are (KoSoAre), dan kono sono ano (KoSoAno). Kosoano adalah jenis kata tunjuk yang tidak dapat berdiri sendiri, dengan  kata lain ia  HARUS diikuti oleh kata benda. kata tunjuk itu adalah :
kono (この) – ini
sono (その) – itu
ano (あの) – itu (jauh)
dono (どの) – yang mana ?

Berikut contoh kalimatnya :

TV ini mahal
Kono terebi wa takai desu (このテレビはたかいです)
This television is expensive

TV ini tidak mahal
Kono terebi wa takai dewa arimasen (このテレビはたかいでわありません。)
This television isn’t expensive

Apakah orang itu tampan ?
Ano hito wa hansamu desuka (あのひとはハンサムですか)
Is he a handsome men

Pensil ini berwarna biru.
Kono enpitsu wa kiiroi desu.(この鉛筆は黄色いです=このえんぴすはきいろいです。)
This pencil is blue

Tas itu adalah hadiah dari paman
Sono kaban wa ojiisan kara no purezento desu(そのかばんはおじいからのプレゼントです。)
That bag is my uncle’s present

Tolong ambilkan barang itu.
Ano nimatsu wo totte kudasai (あのにまつをとってください。)
Please take that luggage

Yang mana rumah Pak Guru Yamada?
Yamada Sensei no otaku wa dono  tatemono desu ka (山田先生のお宅はどの建物ですか=)やまだせんせいのおたくはどのたてものですか。)
Which one is Mister Yamada house?

Rumah mewah itu adalah milik Pak Guru Yamada
Ano rippana tatemono wa Yamada Sensei no otaku nan desu. (あの立派な建物は山田先生のお宅何です=あのりっぱなたてものはやまだせんせいのおたくなんです。)
That big one is Mister Yamada’s house

Penjelasan :
Kono terebi wa takai desu (TV ini mahal). Ini adalah bentuk kalimat positif Kosoano.
Kono terebi wa takai dewa arimasen ( TV ini tidak mahal). Sedangkan ini adalah bentuk kalimat negatif Kosoano. Di buat dengan mengganti akhiran ~desu menjadi ~dewa arimasen.
Yamada Sensei no otaku wa dono  tatemono desu ka. Dan ini adalah bentuk kalimat pertanyaan. untuk membuat kalimat pertanyaan, kita hanya menambahkan kata “ka” di akhir kalimat tanpa perlu memakai tanda tanya .

Kosa Kata :

Terebi (テレビ)           : Televisi, menggunakan Huruf Katakana  karena berasal dari luar jepang.
Takai (たかい)            : Mahal
Hito (ひと)                  :   Orang
Hansamu (ハンサム)  :   ganteng. Asal kata dari handsome.
Enpitsu (えんぴす)      :   Pensil
Kiiroi (きいろい)         :   Kuning
Purezento (プレゼント) :  Hadiah. Asal kata dari Present
Nimatsu (にまつ)          :  Barang
Totte kudasai (とってください) : Tolong ambilkan
Otaku (おたく)               : Rumah
Tatemono (たても)         : Bangunan

Sekian dulu, Maaf kalau masih ada salah-salah. Namanya baru belajar… xixixi:D

Baca Selengkapnya ....

Kata Penunjuk Benda Kore Sore Are Dore

Posted by al Luky Rabu, 09 Januari 2013 2 komentar
Setelah mempelajari kata penunjuk tempat, kata petunjuk arah, kita akan mempelajari kata penunjuk benda dalam bahasa Jepang. Kata penunjuk benda terbagi menjadi dua, yaitu kore,sore,are dan kono sono ano.
Kore,Sore, Are di gunakan untuk menunjukkan letak suatu benda. Berikut Penjelasan jelasnya :

kore (これ) – ini, dipakai untuk menunjuk benda yg dekat dengan pembicara
sore (それ) – itu, dipakai untuk menunjuk benda yg dekat dengan lawan bicara
are (あれ) – itu, dipakai untuk menunjuk benda yg jauh dari pembicara & lawan bicara
bentuk ini juga dapat berdiri sendiri, tanpa harus diikuti kata benda.

Ini adalah sebuah buku tulis
Kore wa nooto desu (これはノートです。)
This is a notebook

Itu adalah buku bahasa Jepang
Sore wa nihon-go no hon desu (それは日本語の本です=それはにほんごのほんです。)
That is a Japanese language book

Itu adalah komputer untuk anda
Are wa anata no tame no konpyutaa desu (あれはあなたのためのコンピューターです。)
That is a computer for you

Yang mana buku milik perusahaan ?
Toshokan no hon wa dore desuka. (図書館の本はどれですか=としょかんのほんはどれですか。)
Which is the book from the library?

Ini adalah buku milik perpustakaan
Kore wa toshokan no hon desu (これは図書館の本です=これはとしょかんのほんです。)
That is a book from the library

Yang mana tas anda?
Anata no kaban wa dore desu ka? (あなたのかばんはどれですか。)
Which is your bag?

Yang mana yang murah?
Yasui no ga dore desu ka (安いのがどれですか=やすいのがどれですか。)
Which is the cheap one?

Yang murah adalah yang di sana.
Yasui no ga asoka desu. (安いのがあそこです=やすいのがあそこです。)
The cheap one is over  there.

Kosa kata dan penjelasan


Nooto (ノート)                             :    Buku tulis.  Menggunakan huruf katakana karena ia berasal dari bahasa asing (inggris) yang di serap ke dalam bahasaJepang.
Nihongo no hon (日本語の本)    :     Buku bahasa Jepang. Berasal dari 2 suku kata : Nihon-go (日本語) artinya Bahasa Jepang dan hon (本) artinya buku.
Eigo no hon (えいごのほん)        :    Buku bahasa Inggris
Konpyuutaa (コンピューター)      :    Komputer. Berasal dari bahasa Inggris.
Toshokan (としょかん)                 :    Perpustakaan
Kaban (かばん)                          :    Tas
Yasui(やすい )                             :    murah, gampang. Misal, Kono tokei wa yasui desu ne ( Jam tangan ini murah bukan?)

Baca Selengkapnya ....

Kata-Kata Motivasi Islami Terbaru

Posted by al Luky Minggu, 06 Januari 2013 8 komentar

Tak perlu iri atas kemampuan orang lain, jika mereka bisa kamu juga bisa.
Jangan remehkan dirimu, kamu kuat dari yang kamu bayangkan.

Kita tidak pernah tahu apa yang di rencanakan Allah untuk kita.
Yang perlu kita tahu adalah Allah akan mengabulkan setiap rencana yang berada dalam bait doa.

“Hidup yang baik”
ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita peroleh,
Kita bisa berbagi di kala kesempitan,kita bisa tersenyum di saat cobaan datang,
Kita bisa memaafkan walaupun sangat menyakitkan,
Ketika kita tetap peduli sedangkan yang lain lengah,
“ Hidup yang indah itu….”
Bukan di saat semua impian terwujud,
Tapi keindahannya terletak pada ketulusan dan kesungguhan hati dalam menjalaninya.
Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat akhir dari suatu impian itu.
Tapi, renungkanlah  proses pencapaian yang kita lalui yang butuh perjuangan.
Karena di sanalah terletak keindahan hidup.

Saat fajar terbit pagi ini, semoga Allah senantiasa menetapkan iman dalam hati ini. Demikian pun saat senja menjelang nanti, di rentang waktu yang akan melukiskan sejarah dan peradaban, semoga kita tetap menjadi karang-karang kokoh yang tak mudah goyah oleh hempasan gelombang kehidupan serta teguh dalam ujian dan istiqomah dalam ketaatan.

Kehidupan bagaikan sebuah tasbih, berawal dan beakhir di titik yang sama. Bukan tasbih namanya Jika hanya  1 butir, bukan kehidupan namanya jika hanya 1 di mensi.
Kehidupan akan sempurna dan indah jika telah melewati serangkai untaian butiran suka, duka, derita, bahagia, gagal, sukses, pasang dan surut. Seperti tasbih yang melingkar kehidupan pun demikian.
Kemana pun kita pergi dan berlari, tetap masih dalam lingkaran takdir Allah. Dari-Nya kehidupan di mulai dan kepada-Nya  akan berakhir.

Percaya diri adalah kemampuan untuk melihat diri sebagai suatu yang berharga.
Membanggakan diri merupakan cermin dari ketidakmampuan, karena orang hebat tak pernah menganggap dirinya hebat.

Mulailah dari niat yang ikhlas dalam melakukan sesuatu. Karena dengan niat yang ikhlas sesuatu yang beratpun dapat di kerjakan dengan mudah.

Bencana terbesar bukanlah kematian tetapi menyia-nyiakan waktu. Karena kematian hanya memutuskan kalian dari dunia dan kesenangan hidup. Sementara menyia-nyiakan waktu memutuskan kalian dari Allah dan syurga” ( Imam Syafi’i)

Ya Allah , sediakanlah bagi kami sebagian dari rahmat-Mu yang luas, dan berikanlah kami petunjuk kepada ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah kami menuju kepada keridhaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu, berilah kami kesabaran untuk menerima segala ketentuan-Mu, dan berilah kepada kami kemampuan untuk menjadi orang yang selalu bertaqwa.
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.

Sabar adalah mahkota..
Kesetiaan adalah harga diri..
Memberi adalah kenikmatan..
Banyak bicara adalah omong kosong..
Tergesa-gesa adalah kebodohan, dan kebodohan adalah aib..
Berlebih-lebihan (dlm berkata) adalah kebohongan..
Berteman dg org yg suka berbuat hina adalah kejahatan..
Dan berteman dg org fasik adalah sumber prasangka buruk..(Ali bin Abi Thalib)

Sekian. Mudah-mudahan bermanfaat !

Baca Selengkapnya ....

Bagaimana Ungkapan Salam Dalam Bahasa Jepang?

Posted by al Luky 4 komentar
Berikut macam-macam ungkapan salam dalam Bahasa Jepang
Apa kabar?
Ogenki desu ka? (お元気ですか。=おげんきですか。)
How are you?

Baik-baik saja  / sehat-sehat saja.
Genki desu (元気です。=げんきです。)
Fine Thank you

Bagaimana kabarnya?
Gokigen ikaga desu ka? (ご機嫌いかがですか。=ごきげんいかがですか。)
How re you ? / How have you been?

Baik. Terima kasih. Bagaimana dengan anda?
Okage sama de genki desu. Sochira wa (おかげさまで元気です。=おかげさまでげんきです。)
Fine. Thank you. And how about you?

Apa kabar Profesor Okazaki ?
Okanzaki sensei. Ogenki deshou ka. (岡崎先生、おげんきですか。=おかざきせんせい、おげんきですか。)
How are you, Profesor Okazaki?

Selamat pagi.
Ohayou gozaimasu. (おはようございます。)
Good morning

Selamat Siang
Konnichiwa (こんいちわ。)
Hello/Good afternoon.

Selamat malam.
Konbanwa (こんばんわ。)
Good night

Selamat tidur
Oyasuminasai (おやすみなさい。)
Good night

Sampai jumpa lagi
Mata aimashou (またあいましょう。)
See you again

Selamat Tinggal
Sayounara (さようなら。)
Goodbye

Selamat jalan
Ki o tsukete itte rasshai (気おつけて言ってらっしゃい。=きおつけていってらっしゃい。)
Good bye

Selamat datang
Irasshaimase. /youkoso (いらっしゃいませ。/ようこそ.)
Welcome

Silahkan datang lagi
Mata irashite kudasai (またいらっしてください。)
Please come again

Selamat
Omedetou gozaimasu (おめでとござます。)
Congratulation

Selamat Ulang tahun
Otanjoubi omedetou gozaimasu (お誕生日おめでとうございます。)
Happy birthday

Selamat atas pernihakannya
Gokekkon omedetou gozaimasu (ご結婚お目でとございます。=ごけっこん おめでとごじます。)
Congratulation for your marriage

Selamat makan ( di ucapkan sebelum makan)
Itadakimasu (いただきます。)
(Greeting before take a lunch/dinner)

Terima kasih. (di ucapkan setelah makan)
Gochisou sama deshita (ごちそうさまでした。)
(Greeting after  took a lunch/ dinner = thank you)

Terima kasih atas kerja keras anda
Otsukaresama desu (おつかれさまです。
Thank you for your hard working

Saya pulang
Tadaima (ただいま。)
I am coming home

Selamat datang
Okaerinasai (おかえりなさい。)
Welcome home

Saya pergi dulu
Itte kimasu(いってきます。)
Iam going now

Hati-hati di jalan
Itte rasshai (いってらっしゃい。)
See you later

Baca Selengkapnya ....

Subhanallah Mantan Tukang Tato Yakuza Kini Masuk Islam

Posted by al Luky Jumat, 04 Januari 2013 6 komentar

Ini adalah salah satu bukti syiar Islam yang di lakukan oleh kaum Muslim di Jepang. Berkat usaha-usaha dakwah yang mereka lakukan dan hidayah dari Allah swt akhirnya seorang pria warga negara Jepang masuk Islam, Subhanallah…

Terlebih lagi pria ini adalah seorang mantan anggota yakuza. Geng yang  paling di takuti di Jepang dan di kenal kejam serta bisnis haram yang mereka punya. “Hidayah akan sampai kepada siapa saja yang Allah kehendaki”. Hal ini memang benar, tak perduli bagaimana sifat seseorang sebelum memeluk islam jika Allah menakdirkannya untuk mendapat hidayah maka tak ada yang dapat menghalangi.

Pria ini bernama lengkap Taki Takazawa, rambutnya gondrong dan tubuhnya di penuhi tato. Maklum, ia adalah mantan anggota  geng Yakuza. Ketika masih menjadi anggota yakuza, banyak yang takut berinteraksi dengannya karena penampilan menakutkan yang ia punya, serta di perparah dengan tato yang banyak di sekitar tubuhnya. Lantas bagaimana ia bisa mengenal dan akhirnya memeluk islam?

 Perkenalannya dengan Islam secara tidak sengaja terjadi di Wilayah Shibuya. Waktu itu Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan turban warna suci. "Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia," ujarnya seperti dilansir islamicmovement.org (2010).

Kalimat itu ternyata Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meski tak paham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.

Pertemuan dengan orang serba putih itu membekas di ingatan Takazawa. Sehingga membuatnya  menjadi penasaran dan terus mencari jawaban atas rasa penasarannya itu. Allah menuntun jalannya, setelah banyak mencari akhirnya semua itu membawanya pada agama Islam. Apa yang  membuatnya penasaran selama ini di dapat solusinya dalam Islam. Akhirnya, ia memutuskan untuk masuk agama Islam.
Dua tahun setelah memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan sosok inspiratifnya itu. "Ternyata dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya bersyukur bisa bertemu dengannya," katanya.

Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam masjid di wilayah Shinjuku. Sebelumnya, dia melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Makkah. Nama Takazawa terkenal lantaran dia menjadi satu diantara lima imam Masjid besar di Jepang, dari 13 juta populasi manusia di Tokyo.

Setelah memeluk agama Islam, pandangan negatif pada penampilan fisiknya itu berubah. . Dengan wajahnya yang memancarkan kedamaian itu, orang-orang di sekitarnya pula sudah tak enggan lagi berinterkasi dengannya . Apalagi suaranya sering terdengar oleh orang-orang sekitar lantaran ia selalu menyempatkan dirinya untuk  mengumandangkan Azan.
Takazawa kini menjadi Imam sebuah masjid di Ibu Kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah. Nama yang bagus sekali, nama ini dalam bahasa Indoensia berarti  Hamba Allah SWT.

Hidayah memang berasal dari Allah swt, seberapapun keras keinginan kita untuk membuat seseorang menjadi muslim jika tidak ada hidayah dari Allah maka hal itu mustahil. Namun tentu saja perlu usaha yang perlu dilakukan untuk membuat hidayah Allah sampai pada seseorang.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, dan  jika artikel ini memang di rasakan bermanfaat mari kita berbagi artikel ini kepada sesama.
Wallahua’lam…


Baca Selengkapnya ....
Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sakura Islam.