Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Subhanallah Mantan Tukang Tato Yakuza Kini Masuk Islam

Posted by Unknown Jumat, 04 Januari 2013 7 komentar

Ini adalah salah satu bukti syiar Islam yang di lakukan oleh kaum Muslim di Jepang. Berkat usaha-usaha dakwah yang mereka lakukan dan hidayah dari Allah swt akhirnya seorang pria warga negara Jepang masuk Islam, Subhanallah…

Terlebih lagi pria ini adalah seorang mantan anggota yakuza. Geng yang  paling di takuti di Jepang dan di kenal kejam serta bisnis haram yang mereka punya. “Hidayah akan sampai kepada siapa saja yang Allah kehendaki”. Hal ini memang benar, tak perduli bagaimana sifat seseorang sebelum memeluk islam jika Allah menakdirkannya untuk mendapat hidayah maka tak ada yang dapat menghalangi.

Pria ini bernama lengkap Taki Takazawa, rambutnya gondrong dan tubuhnya di penuhi tato. Maklum, ia adalah mantan anggota  geng Yakuza. Ketika masih menjadi anggota yakuza, banyak yang takut berinteraksi dengannya karena penampilan menakutkan yang ia punya, serta di perparah dengan tato yang banyak di sekitar tubuhnya. Lantas bagaimana ia bisa mengenal dan akhirnya memeluk islam?

 Perkenalannya dengan Islam secara tidak sengaja terjadi di Wilayah Shibuya. Waktu itu Takazawa melihat seseorang dengan kulit dan janggut putih. Orang itu juga mengenakan baju dan turban warna suci. "Orang itu memberikan sebuah kertas dan menyuruh saya membaca kalimat tertera bersama dia," ujarnya seperti dilansir islamicmovement.org (2010).

Kalimat itu ternyata Syahadat, pengakuan pada ke-esaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai utusannya. Meski tak paham secara keseluruhan, Takazawa pernah mendengar sepintas Allah dan Muhammad. Seperti kebanyakan penduduk Jepang, Takazawa menganut aliran kepercayaan Shinto.

Pertemuan dengan orang serba putih itu membekas di ingatan Takazawa. Sehingga membuatnya  menjadi penasaran dan terus mencari jawaban atas rasa penasarannya itu. Allah menuntun jalannya, setelah banyak mencari akhirnya semua itu membawanya pada agama Islam. Apa yang  membuatnya penasaran selama ini di dapat solusinya dalam Islam. Akhirnya, ia memutuskan untuk masuk agama Islam.
Dua tahun setelah memeluk Islam, dia bertemu lagi dengan sosok inspiratifnya itu. "Ternyata dia pernah menjadi Imam di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Saya bersyukur bisa bertemu dengannya," katanya.

Imam Masjid Nabawi itu meminta Takazawa untuk menjadi Imam masjid di wilayah Shinjuku. Sebelumnya, dia melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di Kota Makkah. Nama Takazawa terkenal lantaran dia menjadi satu diantara lima imam Masjid besar di Jepang, dari 13 juta populasi manusia di Tokyo.

Setelah memeluk agama Islam, pandangan negatif pada penampilan fisiknya itu berubah. . Dengan wajahnya yang memancarkan kedamaian itu, orang-orang di sekitarnya pula sudah tak enggan lagi berinterkasi dengannya . Apalagi suaranya sering terdengar oleh orang-orang sekitar lantaran ia selalu menyempatkan dirinya untuk  mengumandangkan Azan.
Takazawa kini menjadi Imam sebuah masjid di Ibu Kota Tokyo. Setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat, Takazawa mencantumkan nama muslim Abdullah. Nama yang bagus sekali, nama ini dalam bahasa Indoensia berarti  Hamba Allah SWT.

Hidayah memang berasal dari Allah swt, seberapapun keras keinginan kita untuk membuat seseorang menjadi muslim jika tidak ada hidayah dari Allah maka hal itu mustahil. Namun tentu saja perlu usaha yang perlu dilakukan untuk membuat hidayah Allah sampai pada seseorang.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, dan  jika artikel ini memang di rasakan bermanfaat mari kita berbagi artikel ini kepada sesama.
Wallahua’lam…


Baca Selengkapnya ....

Kisah Nabi Musa Belajar Kearifan Kepada Nabi Khindir

Posted by Unknown Selasa, 18 Desember 2012 3 komentar
Kita tentunya pernah mendengar cerita tentang Nabi Khidir, Nabi yang oleh orang sufi di yakini memiliki kearifan dan kebijakan lebih. Dalam kisahnya, Nabi Musa A.S. pernah bertanya kepada Allah SWT, apakah ada orang lain yang lebih pintar dan arif darinya? Dan Allah SWT menjawab bahwa ada hamba Allah SWT yang memiliki kearifan dan kebijakan melebihi Nabi Musa A.S.

Nabi Musa A.S.kemudian meminta petunjuk di mana beliu dapat bertemu dengan orang itu. Setelah melakukan perjalanan yang panjang samapilah Nabi Musa A.S. bertemu dengan orang yang di cirikan oleh Allah SWT sebagai hamba yang melebihi dirinya

Setelah berkenalan, kemudian Nabi Khidir meminta agar Nabi Musa A.S. terlebih dahulu memenuhi persyaratan sebelum belajar darinya. Persyaratannya sederhana, jangan bertanya apapun !
Nabi Musa A.S. penarsaran dengan Nabi Khindir kemudian menerima tawaran itu. Akhirnya, petualangan belajar kearifan pun segera di mulai.

Ketika sedang naik perahu, Nabi Khidir A.S. tiba-tiba melubangi perahunya hingga karam. Nabi Musa A.S. kelimpungan, kenapa perahu yang tidak ada masalah di lubangi dan dan di tenggelamkan? Dia lalu bertanya : ” Tindakan bodoh macam apa ini?”
Tapi Nabi Khidir berkata: “ Ingat, jangan bertanya! Kesempatan kamu tinggal dua.”
Lalu mereka berdua sampai di pantai. Sesampai di tepi pantai mereka berdua mendapati anak kecil sedang berlarian. Tiba-tiba Nabi Khidir A.S. menangkap anak itu dan membunuhnya. Nabi  Musa tentu saja kaget. Dia lalu bertanya : “ kegialaan macam apa ini?”
Nabi Khidir menjawab : “ Ingat, jangan bertanya ! kesempatan kamu tinggal satu.“
Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Udara panas, seharian mereka berjalan, hingga akhirnya sampailah mereka di sebuah desa. Merkea berdua kelaparan, tapi yang unik, di desa ini penduduknya tidak ada yang ramah. Mereka adalah orang-oranng yang sombong dan tidak bersahabat. Tiba-tiba mereka menemukan sebuah rumah yang sudah akan roboh. Nabi Khidir lalu memperbaiki rumah itu hingga rapi.
Nabi Musa A.S. jadi tak tahan untuk tidak bertanya, “ Apalagi rencana Anda?”
Nabi Khidir A.S. kemudian berkata : ” Sudah batal perjanjian kita. Dan aku akan menjeskan semua kejadian itu.”

Nabi Musa A.S. mendengarkan apa yang akan di sampaikan Nabi Khidir A.S. Di katakan, bahwa perahu itu di rusak karena di belakang ada tentara raja zalim yang kerjanya merampas perahu-perahu orang miskin. Perahunya di rusak agar mereka tidak datang ke desa itu. Anak kecil itu menurut petunjuk Allah SWT kelak akan menjadi anak durhaka, sementara kedua orang tuanya adalah orang yang saleh. Allah SWT ingin agar anak itu tidak merusak amalan mereka.
Sedang rumah yang roboh itu, katanya, di bawahnya terdapat simpanan –al kanzu- yang di tinggal orang tua untuk anaknya yang sudah yatim.
Nabi Musa A.S menjadi termenung dengan jawaban yang semuanya di luar kemampuan akalnya.

Kisah di atas mengandung pesan bahwa kearifan itu melampaui kecerdasan intelektual yang menyandarkan kepada kerja otak. Kisah itu juga menjadi landasan para sufi tentang kebenaran ilmu yang di peroleh dari Allah SWT langsung, yang di sebutnya dengan ilmu bundury  atau knowledge by presence.

Baca Selengkapnya ....

Tujuh Ulama yang Sering Menjadi Rujukan dalam Berfatwa

Posted by Unknown Rabu, 12 Desember 2012 0 komentar
Para tabi’in tak pernah main-main dalam membuat fatwa. Mereka sangat terjerumus dalam perkara” berkata tanpa ilmu”. Tak heran biila pada masa itu jumlah mufti (pemberi fatwa) tak banyak meskipun jumlah ulama sangat banyak.
Tercatat ada tujuh ulama yang sering menjadi rujukan dalam berfatwa. Mereka semua berdomisili di Madinah. Ketujuh ulama ini sering di sebut dalam kitab-kitab klasik dengan fuqaha assab’ah ( tujuh ahli fiqh).
Sosok mereka memang tidak sepopuler empat imam mazhab. Tapi dari segi keilmuwan mereka terbilang istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah mereka menimba ilmu langsung dari ulama di kalangan sahabat Rasulullah saw.

Said bin Musayyab
Ia ahli fiqh yang sangat di segani. Banyak ulama di zamannya yang takjub dengannya. Bahkan sahabat sekaliber Umar sendiri mengakui kesempurnaan ilmunya. Tak heran jika ia sering di sebut dengan Syaikhul Fuqaha ( Syaikh-nya para ahli fiqh).
Ulama yang juga menantu Abu Hurairah ini terkenal dengan ketegasannya di hadapan penguasa. Salah satu buktinya adalah ketika ia menolak lamaran putra khalifah Abdul Malik bin Marwan atas putrinya. Ia menolaknya karena khawatir lingkungan istana akan mengubah perilaku putrinya. Ia akhirnya lebih memilih menikahkan putrinya dengan salah seorang muridnya. Padahal dari segi materi, sang murid tidaklah sebanding dengan putra khalifah. Ia juga termasuk ulama yang sangat wara’, zuhud, dan tawadhu’. Meski sangat sibuk dalam menuntut dan menyebarkan ilmu, ia tetap meluangkan waktunya untuk bekerja. Salah satu pekerjaan yang sempat di gelutinya adalah menjual minyak di pasar.

Posisinya sebagai menantu Abu Hurairah membuatnya dengan mudah menghapal banyak hadits-hadits Rasululullah Saw. Nyaris semua hadis yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah berhasil di hapalnya. Di samping itu ia juga banyak menimba ilmu dari sahabat lain semisal Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib Ra.
Said bin Musayyab lahir pada tahun 13 Hijriah. Beliau wafat di Madinah pada tahun 94 Hijriah dalm usia 81 tahun.

Urwah bin Zubair
Ia adalah putra dari Zubair bin Awwam salah seorang dari sepuluh sahabat yang di jamin masuk surga. Saudara kandung Abdullah bin Zubair ini lahir pada tahun 26 Hijriah. Ia memang tidak terlalu lama bersama ayahnya. Zubair meninggal ketika Urwah masih sangat belia. Karena itu riwayat hadis dari ayahnya sangat sedikit.
Tumbuh tanpa di damping seorang ayah tak membuat semangatnya menuntut ilmu kendur. Lewat didikan ibunya. Asma’binti Abi Bakar As-Shidiq, semangatnya terus menyala. Ketika mulai beranjak dewasa ia sudah rajin mendatangi sahabat-sahabat Rasulullah Saw.
Ke-fakih-an bibinya, Aisyah Ra, tak disia-siakan. Ia banyak menimba ilmu darinya. Beberapa dengan tabi’in yang lain, Urwah dengan mudah keluar masuk rumah Aisyah. Alhasil, waktu belajarnya jauh lebih panjang.
Di sini letak kelebihan urwah di banding Tabi’in lain. Tak mengherankan jika dalam riwayat di sebutkan bahwa para sahabat Rasulullah saw kerap bertanya kepadanya dalam beberapa permasalah fiqh.
Setiap empat hari cucu Abu Bakar Ra ini bisa mengkhatamkan Al-Quran. Salah satu aktifitas yang tak pernah di tinggalkannya adalah qiyamullail( shalat malam).
Ia wafat pada tahun 94 Hijriah.

Abu Bakar bin Abdurrahman al-Makhzumi
Ia di gelari Rahibu Quraisy Karena ibadah dan shalatnya yang sangat banyak. Ia termasuk pemuka Quraisy di zamannya yang di anugerahi ke-fakih-an terhadap agama ini. Banyak ulama kala itu yang takjub dan kagum dengan keilmuwannya.

Ia lahir di zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Ia banyak meriwayatkan hadits. Kedalaman ilmunya membuat penguasa Bani Umayyahh sangat menghormati dan menyeganinya. Abdul malik bin Marwan bahkan sampai berwasiat kepada Al-Walid dan Sulaiman agar sepeninggalnya selalu menghormati dan memuliakan Abu Bakar.Banyak ulama yang meriwayatkan hadis darinya. Di antaranya, Umar bin Abdul Aziz, Mujahid dan Ikrimah. Ia juga gigih menurunkan ilmunya kepada dua putranya, yaitu Abdullah dan Abdul Malik. Ia buta dan meninggal pada tahun 94 Hijriah.

Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar as-Sidiq

Ia adalah cucu dari Abu Bakar Assiddiq Ra. Menurut beberapa riwayat, sifat dan perilaku putra dari Muhammad bin Abu Bakar ini sangat mirip dengan kakeknya. Abu Bakar As-Siddiq Ra. Ia lahir pada zaman kekhalifahan Ali bin Abi Thalib Ra.
Dari sekian banyak tabi’in, ulama yang satu ini terbilang paling mengerti hadits-hadits Aisyah Ra. Salah satu penyebabnya adalah ia tumbuh di bawah  bimbingan bibinya Aisyah Ra.
Di samping meriwayatkan hadis, ia berhasil menguasai permasalahan-permasalahan fiqh. Ia juga menimba ilmu dari sahabat Rasulullah saw yang lain semisal Ibnu Abbas dan Abu Hurairah.

Banyak ulama dari kalangan tabi’in dan selainnya yang menimba ilmu darinya, seperti Salim bin Abdullah, Az-Zuhri, Rabi’aturraa’yi.
Ulama yang juga cucu Raja Persia yang terkahir ini (ibunya adalah putrid Raja Persia Terakhir) termasuk sangat hati-hati memberi fatw. Salah satuu nasehatnya yang cukup popular adalah “ Sesungguhnya merupakan bentuk penghargaan seseorang atas dirinya adalah tidak berkata sesuatu tanpa ilmu”.
Ke-tawadhu’an ini membuatnya sangat di segani oleh penguasa dan masyarakat ketika itu. Nyaris tak ada keputusan di wilayah Madinah kecuali berdasarkan pendapatnya.

Ketika khalifah Bani Umayyah khawatir peluasan Masjidil Haram akan menuai gejolak dan kontroversi, ia meminta tolong kepada Al-Qasim untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dan terbukti pembongkaran beberapa dinding masjid untuk kepentingan perluasan sedikit pun tak menimbulkan gejolak.Bahkan masyarakat gotong royong turut membantu.
Sulaiman Al-Qasim bin Muhammad meninggal pada tahun 101 Hijriah.

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
Ia berasal dari kabilah Hudzail, sebuah kabilah besar yang mendiami lembah Nakhlah tak jauh dari kota Makkah. Ulama yang juga produktif menyusun syair ini banyak berinteraksi dengan sahabat Rasulullah saw. Dalam bidang hadis ia banyak meriwayatkannya dari Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Aisyah dan lainnya.

Umar bin Abdul Aziz banyak menimba ilmu darinya. Bahkan menurut sang khalifah, mengikuti halaqah Ubaidilllah lebih ia sukai dari pada dunia dan seisinya. Pendapat dan nasehatnya sanga menggores hati. Banyak orang yang betah berlama-lama di majelisnya. Azzuhri bahkan pernah mengatakan,” Aku telah menimba ilmu dari banyak ulama hingga aku merasa ilmuku telah mencukupi. Tapi setelah aku bertemu dengannya ( Ubaidillah) seolah apa yang aku miliki tidak ada apa-apanya” Beliau meninggal pada tahun 102 Hijriah.

Kharijah bin Zaid bin Tsabit
Ia adalah putra Zaid bin Tsabit. Ia masih sempat mendapati era kekhalifahan Utsman bin Affan Ra. Di bawah bimbingan sang ayah Kharijah tumbuh dalam nuansa keilmuan yang sangat kental Boleh di kata Kharijah sukses mewarisi kefakihan ayahnya Zaid bin Tsabit. Bahkan ilmu faraidh(ilmu tentang pembagian waris) yang menjadi spesialisasi Zaid pun berhasil di kuasainya.

Keahliannya dalam ilmu faraidh tak di sia-siakan oleh penguasa di zamannya. Ia bersama Tholhah bin Abdullah mendapat amanah dalam hal pembagian warisan. Ia meninggal pada tahun 100 Hijriah dalam usia tujuh puluh tahun.

Sulaiman bin Yasar
Ia putra keturunan Persia. Panggilan istimewanya adalah Abu Ayyub. Banyak ulama yang mensejajarkannya dengan Sa’id bin Musayyab. Hal itu tak terlalu mengherankan sebab ketika ada yang datang bertanya kepada Said, ia tak segan-segan mempersilahkan untuk bertanya kepada Sulaiman bin Yassar. Bahkan dalam suatu kesempatan Ibnu Musayyab pernah berkata kepada seseorang ,”Pergilah kamu kepada Sulaiman bin Yasar sebab dialah orang yang paling alim yang masih tersisa saat ini.”

Sulaiman awalnya adalah budak dari Ummul Mukmin Maimunah. Namun kemudian ia di merdekakan. Hari-harinya banyak ia lewati dengan puasa. Ia lahir pada tahun 34 Hijriah dan wafat pada tahun 107 Hijriah.

Baca Selengkapnya ....

Rahasia Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran

Posted by Unknown 1 komentar
Jika mau merenung, ternyata manusia tidak langsung ada begitu saja. Semuanya melalui tahapan-tahapan yang luar biasa sehingga dapat menjadi wujud yang sempurna. Dalam al quran telah di sebutkan proses kejadian tersebut. Pada artikel ini, akan di bahas bagaimana proses kejadian manusia dari awal hingga menjadi manusia utuh. Berikut penjelasannya, mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Proses kejadian manusia berawal dari dalam kandunan sang ibu selama kurang lebih Sembilan bulan. Dari setetes air mani, beberapa lama kemudian menjadi segumpal darah. Allah berfirman : “ Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Kemudian setelah beberapa lama menjadi segumpa daging. Kemudian dari segumpal daging menjadi tulang-tulang yang di bungkus oleh daging-daging. Kemudian di jadikanlah bentuk rupa yang sempurna.”

Dalam Hadits al-Bukhari Muslim di sebutkan bahwa masa perubahan dalam kandungan adalah 40 hari dan setelah sempurna, Allah mengutus malaikat untuk menuliskan empat ketentuan.
Pertama, menuliskan amal perbuatan selama hidupnya . Kedua, menuliskan rezeki kekayaan atau miskinnya. Ketiga,  menuliskan nasib baik atau buruknya. Keempat, menuliskan ajalnya kapan, di mana dan bagaimana.

Penjelasan dalam al-Qur’an dan Hadis ini kemudian di teliti oleh para dilmuwan yang hasilnya menakjubkan. Beberapa riset ilmiah membuktikan ,al-Qur’an memiliki tanda-tanda ilmiah (sains) yang menarik sinyal-sinyal sains modern.
Menurut Dr Harun yahya, dalam bukunya,  Menyibak Tabir Evolusi,  proses penciptaan manusia dalam rahim seorang ibu adalah sebuah keajaiban tersendiri. Penyatuan antara sperma dan sel telur menghasilkan satu sel hidup. Kemudian sel ini membelah dan memperbanyak diri. Sel-sel yang sedang membelah ini mulai membentuk sel-sel yang berbeda-beda jenisnya, mengikuti sebuah perintah rahasia.

Sel-sel ini juga mengalami penyusunan dan pengaturan untuk membentuk tulang, mata, hati, pembuluh darah atau kulit. Setelah melalui proses yang sangat rumit itu, sebuah sel tunggal pada akhirnya berubah menjadi manusia sempurna.
Menurut Ilmu Biologi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiaannya juga karena unsur tanah. Hal ini telah di buktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari makhluk hidup tersebut.

Diketahui bahwa unsur-unsur asli yang ada pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, yaitu Oksigen (O), Hidrogen(H), Zat Belerang (S), Zat Arang (C), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (J), Asam Arang (Co2), Air (H2O) dan zat-zat lainnya yang berfungsi sebegai pelengkap.
Proses kejadian manusia lahir dari pertemuan antara sel sperma laki-laki dan sel telur perempuan yang sempurna. Konponen yang sempurna dari laki-laki (sperma) di produksi dari tubuh sendiri dan mampu bertugas membawa informasi genetis ke sel telur wanita.

Bila di amati lebih dekat, sperma seperti sebuah mesin yang di desain khusu untuk mengangkut muatan genetis. Agar seorang anak manusia terbentuk, 23 kromosom dalam sperma laki-laki harus bersatu dengan 23 kromosom dalam sel telur wanita. Dengan begitu bahan dasar pertama manusia berupa 46 kromosom.
Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, menjelaskan sel-sel itu di buat dalam tubuh laki-laki tapi fungsi sperma di lakukan dalam tubuh wanita.
Sekitar 250 juta sperma pada saat di kirim ke rahim perempuan sebagian besar akan mati. Tapi sel sperma yang lain dapat menemukan sel telur karena sang telur melepaskan zat kimia untuk menarik perhatian  sperma. Penyatuan sel sperma dengan sel telur ini di kenal dalam dunia kedokteran dan biologi sebagai pembuahan atau fertilisasi.

Dua sel yang sama sekali belum pernah kenal pada akhirnya mampu saling berkomunikasi dan menyatukan pesan genetis kedua manusia yang berbeda jenis. Desain ini di ciptakan oleh Allah untuk kelestarian manusia. Kewajiban manusia adalah beribadah kepada-Nya.

Baca Selengkapnya ....

Perkembangan Islam di Negeri Sakura

Posted by Unknown Sabtu, 24 November 2012 4 komentar
Masjid Gifu di Jepang

Tak ada catatan yang pasti kapan Islam pertama kali masuk ke Jepang. Meski agak terlambat mengenal Islam, kini jumlah Muslim di Jepang semakin bertambah. Tragedi 11 September 2001 menjadi momentum penting banyaknya orang Jepang yang masuk Islam.

Dekan Fakultas Studi Islam di Universitas Takushoku Muto, menyatakan bahwa sikap toleran dan cara berpikir logis yang di miliki oleh masyarakat Jepang menjadikan mereka begitu dekat dengan karakter dan nilai Islam.

“ Terbukti dengan jumlah umat Islam di Jepang yang kian hari kian banyak”, tandas Tayeb El-Mokhtar Muto, yang kerap di sapa Muto, seperti di kutip Islamoline.

Menurut Muto, semua hal negatif yang di alamatkan ke Islam, terutama pasca tragedi 11 September 2001, tidak berhasil mengambil hati publik masyarakat Jepang. Yang terjadi justru sebaliknya, semua hal negatif itu seakan menjadi perantara bagi Islam untuk menjadi pusat perhatian banyak orang.

“ Jumlah orang yang masuk Islam semakin meningkat, baik di Jepang maupun negara-negara lain, terutama setelah tuduhan yang di tujukan kepada Islam sebagai agama yang menganjurkan kekerasan, pembunuhan, huru-hara dan segala macam bentuk terorisme lainnya,” ujar Muto

Keberadaan Islam di Jepang bisa di bilang baru. Menurut data Islamic Center Jepang, Islam sudah ada di Negeri Matahari Terbit itu sejak 1891. Namun data lain menyebutkan sejak 1887. Masjid tertua di Jepang di bangun pertama kali di Kobe tahun 1935 dan kemudian Masjid Tokyo pada 1938.

Bisa di katakan juga, Jepang termasuk negara yang terlambat mengenal Islam, di bandingkan Cina misalnya yang sejak awal kehadiran Islam sudah di datangi para sahabat Nabi, dan sudah banyak penduduknya yang memeluk Islam.

Bicara tentang dakwah Islam di Jepang, memang tak banyak literature yang di dapat. Tak heran, hingga saat ini, belum jelas benar apa yang menyebabkan bangsa Jepang terlambat mengenal dan memeluk agama Islam.

Ada yang mengatakan, kebijakan isolasi diri selama 200 tahun lebih yang di mulai pada pertengahan abad ke-17, membuat Jepang tidak mengenal Islam. Tapi apakah hal ini menjadi penyebab utamanya belum jelas benar, karena Islam sendiri sudah ada sejak abad ke-8 Masehi.

Baru pada zaman Restorasi Meiji tahun 1875, literature-literature tentang Islam yang berasal dari Eropa dan Cina mulai di terjemahkan dan masuk ke Jepang.

Salah satu sumber lain menyebutkan bahwa bangsa Jepang mengenal Islam lewat bangsa Turki. Kisahnya bermula dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1890, ketika sebuah kapal Turki bernama Ertogrul karam di perairan Jepang. Konon, dari 600-an awak kapal, hanya 69 dari mereka yang selamat.

Pemerintah dan rakyat Jepang bersama-sama berusaha menolong para penumpang yang selamat dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pencetus di kirimnya utusan pemerintah Turki ke Jepang pada tahun 1891.

Hubungan baik dengan Turki itu juga membawa kemenangan bagi Jepang dalam perang melawan Rusia tahun 1904. Setelah peristiwa itu, sekitar tahun 1900-an untuk pertama kalinya warga muslim Jepang pergi ke Mekkah guna menunaikan ibadah haji. Sejak itu Islam di kenal luas di Jepang.

Selanjutnya, di tengah politik ekspansi Jepang di Asia pada Perang Dunia II, orang Jepang mulai tahu bahwa banyak rakyat Asia yang memeluk Islam. Dari situ muncul kebutuhan lebih besar untuk melakukan penelitian tentang Islam secara lebih dalam. Maka di bentuklah lembaga-lembaga, organisasi maupun perkumpulan , yang mengkaji Islam, bahkan menerbitkan berbagai majalah dan buku tentang Islam.

Sayangnya, pemerintah Jepang pada masa itu memandang Islam tidak sesuai dengan asas militer Jepang dan Shintoisme (agama asal Jepang) yang banyak di peluk oleh penduduk Jepang. Karena itu, dakwah Islam pada masa itu tetap tidak di perbolehkan.

Setelah perang Dunia II berakhir, dan setelah banyak negara di Asia dan Afrika meraih kemerdekaannya, mulailah bermunculan banyak negara Islam di panggung dunia. Dari sini, hubungan Jepang dengan negara-negara Islam semakin tak terhindarkan, terutama dengan negara-negara Islam di  Timur Tengah sebagai negara penghasil minyak. Jepang pun makin dekat dengan lingkungan negara-negara Islam.

Menurut Tayeb El-Mokhtar Muto, kebebasan beragama yang telah di nkmati oleh masyarakat Jepang selama ini punya andil yang besar bagi di terimanya Islam di Jepang. Lebih dari itu, budaya masyarakat Jepang yang toleran dan lebih mengutamakan akal dan logika memudahkan kebenaran Islam di terima.

Sebagai modal untuk berdakwah, Muo meminta kepada semua yayasan Islam dunia,  seperti Al-Azhar, Dewan Tinggi Urusan Islam di Kairo, Rabithah al-Alam al-islami, untuk menyediakan buku-buku dengan metode yang mudah dan sederhana dalam berbagai bahasa dunia.

Kini umat Muslim di Jepang, khususnya Jepang tengah, makin mudah menunaikan ibadahnya dengan selesainya pembangunan Masjid Gifu di kota Gifu, awal 2009, termasuk rencana pendirian pusat budaya dan sekolah Islam Internasional pertama di Negeri Sakura tersebut.

Jumlah masjid di Jepang sendiri masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Tokyo, Kobe, Nagoya, Osaka, Yokohama, Hiroshima dan Hokkaido.

Peresmian Masjid Gifu di hadiri oleh Imam Masjidil Haram, Makkah, Syekh salih ibn Humaid, yang juga meresmikan penggunaan masjid itu untuk public Muslim di Jepang.

Menurut Ketua working  Group for Technology Transfer (WGTT), sebuah LSM Indonesia di Jepang yang ikut hadir dalam acara tersebut, Fauzy Ammary, sejumlah duta besar negara-negara Islam, seperti dari Saudi Arabia, Irak, Iran, Mesir, Oman, Afghanistan, Syria, dan Pakistan juga hadir.

Saat ini di Jepang belum ada satu pun sekolah islam yang permanen baik di tingkat sekolah dasar maupun menengah. Pengajaran dan pendidikan Islam di Jepang selam ini masih banyak di lakukan di masjid-masjid yang di bangun oleh kaum pendatang Muslim.

Gifu sendiri merupakan salah satu kantong Muslim terbesari di Provisnsi Aichi, yang terkenal sebagai kawasan industry otomotif Jepang. “ Proyek pembangunan masjid ini menelan biaya 129 juta yen atau setara 1,1 Juta dolar AS,” kata Fauzy Ammari.

Menurut Fauzy, Masjid Gifu akan menjadi pusat perluasan syiar Islam di kawasan Jepang Tengah. Luas bangunan Masjid Gifu 351 meter persegi, dan akan semakin di perluas dengan sekolah Islam dan pusat budaya, sehingga dapat mendukung dan melengkapi kegiatan penyebaran pusat Syiar Islam yang di lakukan di Jepang.

Warga Jepang asli yang menjadi Muslim, munurut Imam Masjid Jami’ Tokyo, Ensari Yentruk, di perkirakan mencapai 10 ribu orang. Sedang total warga Jepang yang Muslim kurang lebih mencapai 100 ribu orang. Meski di akui tidak ada data yang akurat soal ini, Insya Allah Muslim di Jepang akan terus bertambah

Baca Selengkapnya ....

Sejarah Hidup Imam Al ghazali radiallahu anhu

Posted by Unknown Minggu, 18 November 2012 0 komentar
Dia adalah Imam Abu Hamid Muhammad bin Ahmad al-Ghazali yang di juluki Hujjatul Islam. Beliau ulama terkenal dari Thus yang bermazhab Syafi’i. Imam besar ini memiliki peran yang sangat besar dalam memajukan peradaban Islam. Keharuman namanya mampu mencerahkan hati manusia dan menghidupkan jiwanya. Kebesarannya menjadi kebanggaan intelektual Islam dan mampu menggetarkan dunia penulisan. Mendengarkan kehebatannya dapat menundukkan suara-suara dan kepala. Beliau ini lahir di Thus pada tahun 450. Dan ayanya  seoarang pemintal wol kemudian menjualnya di kedainya.

Dasar-dasar ilmunya yang pertama di peroleh di Thus, kemudian ia mengembara ke Naisabur dan belajar berbagai macam ilmu kepada Imam Haraiman, Abu al-Ma’ali al-Juwaini. Beliau di kenal sebagai pencari ilmu yang sangat tekum dan ulet sehingga dalam waktu yang singkat sudah menguasai banyak ilmu. Bahkan, di zaman gurunya masih hidup, belau sudah menjadi perhatian para ulama dan rujukan, di samping itu beliau juga telah menyusun berbabagai karangan.

Dalam perkembangan berikutnya, Ghazali ra. sempat bertemu Perdana Menteri Nizamul Muluk dann mendapatkan penghormatan yang luar biasa darinya. Pertemuan yang mengesankan itu mendorong Perdana Menteri untuk lebih aktif menghadiri pengajian-pengajian Ghazali, baik dalam majelis pribadinya maupun di majelis umum. Dalam berbagai kesempatan tersebut, Perdana Menteri menyaksikan kehebatan Ghazali dalam mengajarkan ilmunya, argumen-argumennya yang rasional, ketangkasannya yang melipat para penyanggahnya, dan keunggulan-keunggulan yang lain. Kenyataan itu lambat laun memashurkan nama Ghazali, sering di sebut-sebut para pengelana, dan bahkan menjadi idola masyarakat. Fakta-fakta inilah yang mendorong Perdana Menteri untuk menyerahkan pengelolaan Perguruan Tinggi Nizamiyah, Iraq, kepada Ghazali ra. Peristiwa bersejarah yang tejadi pada tahun 480 H ini otomatis semakin mengundang simpat dan rasa kagum penduduk Iraq, sehingga kedudukan Ghazali di mata mereka semakin tinggi.

Kemudian pada tahun 488 H Ghazali meninggalkan semua kedudukan dan apa yang di perolehnya selama menjadi kiblat para ulama. Beliau pergi meninggalkan tempat keramaian dan menjalani cara hidup Zuhud. Pertama, beliau berangkat haji, kemudian menuju Syam dan menetap beberapa tahun di kota Damaskus. Di kota ini, beliau menginap di salah satu sudut kamar di Masjid Jami’ untuk melakukan kontemplasi dan merenungkan kembali berbagai macam ilmu yang selama ini di pelajarinya, setelah berlangsung cukup lama tinggal di Masjid Jami’, beliau pindah ke Baitul Maqdis dan di tempat baru ini waktunya lebih banyak di habiskan untuk beribadah dan menziarahi majelis-majelis pertemuan, kemudian pergi ke Mesir dan menetap di Iskandariyah dalam waktu yang cukup lama. Sehabis di Mesir, beliau kembali ke kampung halamannya, Thus, dan menyendirii di kamar pribadinya, dan banyak menyusun kitab-kitab yang sangat bermanfaat dalam berbagai bidang.

Diantara kitab-kitab beliau adalah al-Wasith, al-Basith, al-Wajiz dan al-Khulashah dalam ilmu fiqih. Sementara Ihya’ ‘Ulumuddin adalah kitab utamanya yanga sangat berharga. Al-Mustashfa adalah kitab ushul fiqihnya. Kitab-kitab ini di susun pada tahun 503 H. Selain itu, juga masih banyak kitab karangannya, di antaranya Tahafut al-Falasifah, Mahakku al-Nazar, Mi’yar al-‘Ilmi, al-Maqshad al-Asna fi Sharh Asma’Allah al-Husna, Mishkat al Anwar, al-Munqidz Minal Dhalal, al-Iqtishad fi al-I’tiqad ,’Ulum al-Nazar, Ma’arij al-Qudus fi Ahwal al-Nafs, Maqashid al-Falasifah, Tanzih al-Qur’an ‘An al-Bathiniyah, al-Tibar al-Masbuk fi Nashihah al Muluk, Minhaj al-‘Abidin, dan Yaqut al-Ta’wil fi Tafsir al-Tanzil. Yang terakhir ini adalah kitab tafsir dalam 40 jilid.

Setelah itu,  beliau kembali lagi ke Naisabur dan mengajar di Perguruan Nizamiyah. Namun, tidak berapa lama, beliau kembali pulang ke rumahnya di Thus dan membuat satu titik kecil untuk menjalani hidup sufi. Di samping kesibukkan utama ini, beliau juga masih sempat menyisakan waktunya untuk menngajar. Sementara sebagian besar waktunya di bagi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mulia, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an, menghadiri majelis sufi, dan mengajar. Aktiviatas-aktivitas ini di lakukan terus hhingga beliau kembali ke pangkuan Tuhannya pada hari Senin, tanggal 14 Jumadil Akhir, tahun 505 H di Thus.

Semoga Allah selalu merahmatinya.

Baca Selengkapnya ....
Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sakura Islam.