Macam-Macam Angka, Hari dalam Bahasa Jepang

Posted by Unknown Selasa, 05 Februari 2013 7 komentar
Di hari yang mendung ini saya ingin berbagi sesuatu tentang bahasa jepang. Kali ini, saya akan memposting nama-nama angka dalam bahasa jepang. Dari mulai angka 1 sampai 1 Milyar. Banyak juga kan?
Oke kawan-kawan, sebenarnya saya masih ingin berbasa-basi di artikel ini, tapi nanti kepanjangan artikel ini. Yosh, ini dia tabel angka-angka dalam bahasa jepang.
 
Nomor
Romanji
Kanji
English
1
ichi
One
2
Ni
Two
3
San
Three
4
Yon/shi
Four
5
Go
Five
6
Roku
Six
7
Shichi/nana
Seven
8
Hachi
Eight
9
Kyuu/ku
Nine
10
Juu
Ten
11
Juu ichi
十一
Eleven
12
Juu ni
十二
Twelve
13
Juu san
十三
thirteen
14
Juu yon
十四
Fourteen
20
Ni juu
二十
twenty
22
Ni juu ni
二十二
Twenty two
24
Ni juu yon
二十四
Twenty four
30
San juu
三十
Thirty
40
Yon juu
五十
Forty
50
Go juu
五十
Fifty
60
Roku juu
六十
Sixty
90
Kyuu juu
九十
Ninety
99
Kyuu juu kyuu
九十九
Ninety nine
100
Hyaku
One hundred
102
Hyaku ni
百二
One hundred and one
104
Hyaku yon
百四
One hundred and four
110
Hyaku juu
百十
One hundred and ten
111
Hyaku juu ichi
百十一
One hundred and twelve
300
San byaku
三百
Three hundred
500
go pyaku
五百
Five hundred
600
Rop pyaku
六百
Six hundred
800
Hap pyaku
八百
Eight hundred
900
Kyuu hyaku
九百
Nine hundred
1000
Sen
A thousand
1001
Sen ichi
千一
A thousand one
1002
Sen ni
千二
A thousand two
1010
Sen juu
千十
A thousand ten
1992
Sen kyuu hyaku kyuu juu ni
千九百九十二
One thousand nine hundred ninety two
2000
Ni sen
二千
Two thousand
3000
San zen
三千
Three thousand
9000
Kyuu sen
九千
Nine thousand
10.000
Ichi man
一万
Ten thousand
100.000
Juu man
十万
A hundred thousand
1.000.000
Hyaku man
百万
One million
4.000.000
Yon hyaku man
四百万
Four million
10.000.000
Sen man
千万
Ten million
30.000.000
San zen man
三全万
Thirty million
100.000.000
Ichi oku
一億
One hundred million
1.000.000.000
Juu oku
十億
A billion
10.000.000.000
Hyaku oku
百億
Ten billion
100.000.000.000
Sen oku
千億
Hundred billion
1.000.000.000.000
It-chou
一億
A trillion

Hari – hari dalam Bahasa Jepang

Hari
Romanji
Kanji
English
Senin
Getsuyoubi
月曜日
Monday
Selasa
Kayoubi
火曜日
Tuesday
Rabu
Suiyoubi
水曜日
Wednesday
Kamis
Mokuyoubi
木曜日
Thursday
Jumat
Kinyoubi
金曜日
Friday
Sabtu
Doyoubi
土曜日
Saturday
Ahad (Minggu)
Nichiyoubi
日曜日
Sunday
Hari ini
Kyou
今日
Today
Kemarin
Kinou
昨日
Yesterday
Kemarin Lusa
Ototoi
一昨日
Day after yesterday
Besok
Ashita
明日
Tomorrow
Besok Lusa
Asatte
明後日
Day after tomorrow

Untuk memudahkan anda menghafal nama-nama hari dalam seminggu menggunakan bahasa jepang, maka hilangkan dulu kata "youbi"nya. Hasilnya akan sepeti ini : Getsu-Ka-Sui-Moku-Kin-Do-Nichi. Ulangilah terus-menerus, agar kata-kata itu terserap di memori kepala. Getsu merupakan kependekan dari getsuyoubi (hari senin), Ka adalah kependekan dari kayoubi (hari selasa), Sui adalah kependekan dari suiyoubi (hari rabu), dst.

Baca Selengkapnya ....

Penggunaan Arimasu dan Imasu

Posted by Unknown Minggu, 03 Februari 2013 1 komentar

Dua akhiran ini : Arimasu dan Imasu. Sering membuat siapapun yang masih baru mempelajari Bahasa Jepang bingung  dalam memahaminya karena keduanya mempunyai arti yang sama, yaitu ada. Secara umum arti keduanya memang ‘ada’, namun ada beberapa hal yang dapat membedakannya.

Arimasu di gunakan untuk menunjukkan benda yang tidak bernyawa.
Misalnya : Televisi, Setrika, Mobil, dan benda-benda tidak bernyawa lainnya.
Kalu anda pernha mendengar ‘Arimasen’, itu adalah bentuk negatifnya, artinya tidak ada.

Imasu di gunakan untuk menunjukkan menunjukkan benda bernyawa. Baik itu manusia, binatang, tumbuhan dll.
Dan kalau anda pernah mendengar ‘Imasen’, itu pula adalah  bentuk negative dari Imasu

Untuk memahami perubahannya lebih jauh, silahkan pelajari dulu perubahan kata kerja bentuk kamus dalam bahasa jepang .

Berikut contoh-contoh kalimatnya  :

Struktur 1 => KB (tempat/benda) + no + KB (posisi) + KB (Benda) + ga + arimasu

Di atas meja ada buku.
Tsukue no ue ni hon ga arimasu (机の上にほんがあります。=つくえ  の  うえ に  ほん が あります。)

Di dalam kamar ada kakak (pr)
Heya no naka ni ane ga imasu (部屋の中に姉がいます。=へや の  なか に あね がいます。)

Di bawah meja ada seekor kucng
Tsukue no shita ni neko ga imasu (机の下に猫がいます。=つくえ の  した   に ねこ がいます。)

Struktur 2  =>  KB1 (benda) + to + KB2 (benda) + ga arimasu.

Di dalam tas ada buku dan pensil
Kaban no naka ni hon to enpitsu ga arimasu (かばんの中日本と鉛筆があります。=かばん  の なか に  ほん  と えんぴつ  があります。)

Struktur 3  =>  KB1 (benda) + ya + KB2 (benda) + nado + ga + arimasu

Di dalam kamar ada jam dinding, kalender dan lain-lain.
Kyoushitsu ni tokei ya, karenda nado ga arimasu. (きょうしつ  に  とけい  や  かれんだ   など  が  あります)

Struktur 4  =>  KB1 (benda) + to + KB2 (benda) + ga + arimasu

Di dalam ruang kelas ada guru dan murid-murid
Kyoushitsu no naka ni sensei to gakuseitachi ga imasu (教室の中に先生と学生達がいます。=きょうしつ  の  なか  に  せんせい  と  がくせいたち  がいます。)

Struktur 5  =>  KB (tempat) + ni + KB (orang) + ga + imasu

Di pantai banyak orang asing
Kaigan ni wa gaikokujin ga oozei imasu (海岸には外国人が大勢います。=かいがん  に  がいこくじん  が おおぜい  います。)

Contoh kalimat yang lain :

Apakah sudah punya pacar?
Koibito ga imasuka. (恋人がいますか。=こいびとがいますか。)

Ya sudah punya
Hai imasu (はい、います。)

Belum punya
Iie, imasen (いいえ、いません)

Baca Selengkapnya ....

Menciptakan Suasana Kepercayaan Dengan Menepati Janji

Posted by Unknown Sabtu, 02 Februari 2013 0 komentar
Sebagaimana kita ketahui, Insya Allah adalah lafaz yang di ucapkan seorang muslim kepada lawan bicaranya ketika hendak berjanji melakukan sesuatu atau memberi jawaban atas sesuatu yangi akan terjadi, dll.

Namun hal yang di tekankan bagi seorang muslim ketika berjanji adalah berusaha dengan segenap upaya untuk merealisasikan janji tersebut. Misalnya, seorang mahasiswa yang di tanyai oleh sahabatnya tentang nilai IPnya semester ini, dan dia menjawabnya “Insya Allah IP saya baik”. Dalam hal ini, dia sadar bahwa tidak ada yang menjamin kedepannya ia akan senantiasa berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus serta bertawakal kepada Allah atas apa yang telah ia lakukan. Mungkin saja ada hal yang akan membuatnya melupakan semua hal itu, karena rencana Allah adalah sebuah rahasia yang tidak seorangpun mengetahuinya.

Insya Allah di ucapkan apabila berjanji, ia memiliki makna bahwa janji tersebut pasti akan di kerjakan apabila tidak terdapat suatu halangan. Seseorang yang sudah benar-benar paham dengan makna kalimat ini akan berusaha dengan semampunya untuk memenuhi janji tersebut, terkecuali keadaanya yang sudah tak memungkinkan lagi. Hal ini karena pada saat janji telah di ucapkan, bukan cuman kepada manusia saja kita mempertanggung jawabkannya melainkan juga kepada Allah swt.

Kita melihat dalam kehidupan sehari-hari. Betapa kalimat Insya Allah ini banyak di plintir oleh orang. Lafaz Insya Allah sudah di salah artikan sebagai ucapan untuk menolak janji secara sopan dan santun.. Sehingga acap kali ia ingin menolak janjinya secara halus kepada orang lain ia mengucapkan Isya Allah.

Inilah yang membuat lafaz “Insya Allah” mengandung konotasi buruk bagi si penerima janji. Terlebih lagi tidak sedikit  yang salah mengartikannya, maka jadilah kalimat Insya Allah ini mendapat konotasi yang buruk dalam pandangan banyak orang.

Padahal menepati janji adalah lambang Islam yang sangat di butuhkan kepadanya.  Dan al-quran berulang-ulang, menyebutnya, di pandang sebagai tanda iman, tanda kemanusiaan dan tanda ihsan.

Ia satu keharusan untuk menciptakan suasana kepercayaan dan ketentraman dalam hubungan pribadi, hubungan jamaah, hubungan bangsa-bangsa dan hubungan internasional yang di mulainya dengan penunaian janji dengan Allah.

Tanpa lambing ini, tiap-tiap pribadi tidak tentram, tidak ada kepastian janji tidak tenang mengikat janji dan tidak percaya kepada manusia.

Sadar atau tidak, terkadang Allah membuktikan kekuasaannya kepada manusia.  Lihat saja, ketika berjanji dengan mengucapkan “Insya Allah” kepada seseorang, Allah memberikan kemudahan sehingga apa yang telah kita janjikan bisa terlaksana. Dan ketika kita berjanji dengan menggunakan logika (memprediksikan segala sesuatu sedemikian rupa sehingga kemungkinan terlaksananya 100%) tanpa mengucapkan Insya Allah, ternyata malah tidak terlaksana.

Pada hakikatnya memang manusia ini adalah makhluk yang pelupa. Ia lupa bahwa apa yang telah ia rencanakan belum tentu terlaksana tanpa adanya izin dari Allah swt.

Terakhir sebagai penutup artikel ini, kesimpulannya adalah bahwa dalam menunaikan janji kepada sahabat ataupun kepada musuh, Islam telah sampai ke puncak yang belum pernah sampai kesana manusia dalam seluruh sejarahnya dan tidak akan sampai kesana kecuali dengan petunjuk Islam.
Wallahua’lam bisawab

Baca Selengkapnya ....

Makna Putra Daerah Dalam Kampanye Pemilukada

Posted by Unknown Sabtu, 19 Januari 2013 2 komentar
Pilkada tinggal di depan mata. Pada moment ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin daerahnya selama 5 tahun ke depan. Sehingga perlu ketelitian dari tiap calon pemilih dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilihnya. Olehnya itu pengenalan terhadap calon-calon pemimpin mutlak harus diketahui oleh setiap anggota masyarakat yang akan memilih.

Pilkada merupakan bagian dari otonomi daerah untuk memperkuat partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tingkat daerah. Dengan adanya pilkada di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Hal yang menarik menjelang pilkada saat ini yakni adanya isu putra daerah. Akhir-akhir ini putra daerah diyakini menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin daerah. Sehingga tidak mengherankan jika seorang calon bupati menambahkan keterangan putra daerah pada setiap kampanyenya.

Berdasarkan dari fenomena tersebut maka perlu pemikiran secara jernih tentang apa arti dari putra daerah itu sendiri. Apakah yang dimaksud dengan putra daerah adalah penduduk asli atau suku suatu daerah? Apakah putra daerah merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh calon pemimpin? Seberapa jauh kelayakan dari calon-calon putra daerah atau pun non putra daerah tersebut untuk menjadi pemimpin suatu daerah?

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa depdikbud republik Indonesia tidak terdapat arti dari kata putra daerah. Kata yang berdekatan ialah bumi putera yang memiliki arti anak negeri atau penduduk asli atau pribumi.

Masih berdasarkan kamus tersebut jika kata putra daerah dibagi dua, yakni putra dan daerah, maka didapati arti putra yaitu anak laki-laki dan daerah yakni suatu tempat sekeliling atau yang termasuk di lingkungan suatu kota, wilayah, dll.

Sedangkan menurut webstern dictionary kata putra daerah lebih dekat kepada kata native (orang pribumi) yang artinya an origin in habitant (penduduk asli) or long life resident (penduduk tetap) atau existing in or belonging to one by nature (seseorang yang tinggal di daerah tersebut) atau belonging to a place by a birth (seseorang yang lahir di daerah tersebut).

Menurut teori Samuel P. Huntington, ada 4 jenis dari defenisi putra daerah, yakni pertama, putra daerah geanologis atau biologis, yaitu seseorang yang dilahirkan dari daerah tersebut. Kategori ini dibagi menjadi, yakni seseorang yang dilahirkan di daerah tersebut yang salah satu atau kedua orang tuanya berasal dari daerah tersebut dan mereka yang tidak lahir di daerah tersebut tapi memiliki orang tua yang berasal dari daerah tersebut.

Kedua, yakni putra daerah politik, yaitu putra daerah genealogis yang memiliki kaitan politik dengan daerah tersebut, contohnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) dari daerah tertentu yang sebelumnya tidak memiliki kiprah politik dan ekonomi pada daerah tersebut atau anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) pusat yang oleh partainya di tempatkan sebagai kandidat dari daerah yang memiliki kaitan genealogis dengannya.

Ketiga, yakni putra daerah ekonomi, yaitu putra daerah genealogis yang karena kapasitas ekonominya kemudian memiliki kaitan dengan daerah asalnya melalui kegiatan investasi atau jaringan bisnis di daerah asalnya. Putra daerah ini terlintas hanya memiliki kepentingan pragmatis dengan daerah asalnya. Mereka menggunakan daerah hanya sebagai basis pemenuhan kepentingan politik dan ekonomi mereka sendiri. Namun sebaliknya daerah itu pun sedikit banyak memperoleh keuntungan politik dan ekonomi dari mereka.

Keempat, yakni putra daerah sosiologis, yaitu mereka yang bukan saja memiliki keterkaitan genealogis dengan daerah tersebut tetapi juga hidup, tumbuh, dan besar serta berinteraksi dengan masyarakat daerah tersebut. Mereka menjadi bagian sosiologis dari daerah tersebut.

Dari defenisi-defenisi di atas, jelaslah bahwa putra daerah tidak dapat didefenisikan secara sempit. Putra daerah tidak hanya dapat di artikan sebagai orang yang merupakan penduduk asli dari suatu daerah atau merupakan suku dari suatu daerah tersebut. Selain itu, dalam suatu daerah tidak mungkin hanya terdapat satu macam suku atau pun ras tapi terdiri dari berbagai macam suku dari berbagai daerah yang datang dan menetap di daerah tersebut.

Inilah salah satu kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku. Jika pemahaman-pemahaman tentang putra daerah ini terus dikembangkan maka akan memicu timbulnya semangat primordialisme atau rasa kesukuan yang berlebihan yang dapat mengancam keutuhan  suatu daerah bahkan negara republik indonesia.

Dalam pemilihan pemimpin daerah yang harus diutamakan ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Suatu daerah tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan kefiguritasan namun cacat secara intelektual, moral dan sosial.

Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat yakni seseorang memiliki akseptabilitas namun ditunjang oleh moral yang baik, memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya dan juga memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan perpolitikan, serta memiliki wawasan yang luas dan pandangan yang luas terhadap perbaikan masyarakat.

Jika suatu kepemimpinan diserahkan kepada yang tidak memiliki kapabilitas maka kita sedang mempersiapkan kehancuran yang terencana seperti yang dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya:

“Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya”. ada yang bertanya, “bagaimana menyia-nyiakannya?” beliau menjawab, “jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhari)

Baca Selengkapnya ....

Kisah Teladan Si Belang Si Botak dan Si Buta Menyikapi Ujian

Posted by Unknown Kamis, 17 Januari 2013 0 komentar
Nabi saw pernah menceritakan (artinya) : “ Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.

Malaikat itu datang kepada si belang dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si belang menjawab : Saya mendambakan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilang penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku. Malaikat itu pun mengusap si belang, maka hilanglah penyakit yang menjijikkannya itu, bahkan ia diberi paras yang tampan.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si belang menjawab : Unta.  Kemudian ia di beri untu yang bunting sepuluh bulan. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si botak menjawab : Saya mendambakan rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini. Malaikat itu pun mengusap si botak, maka hilanglah penyakit itu, serta di berilah ia rambut yang bagus.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si botak menjawab : Sapi. Kemudian ia di beri sapi yang bunting. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian malaikat itu datang kepada si buta dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan  Si buta menjawab : Saya mendambakan agar Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat. Malaikat itu pun mengusap si buta, dan Allah mengembalikan penglihatannya.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi ? Si buta menjawab : Kambing. Kemudian ia di beri kambing yang bunting.

Selang beberapa waktu kemudian, unta, sapi dan kambing tersebut berkembang biak yang akhirnya si belang tadi memiliki unta yang memenuhi suatu lembah, demikian juga dengan si botak dan si buta, masing-masing memiliki sapi dan kambing yang memenuhi suatu lembah.

Kemudian Malaikat tadi datang kepada si belang dengan menyerupai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan si belang waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor unta untuk bekal dalam perjalanan saya. Si belang berkata : Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak.

Malaikat itu berkata : Kalau tidak salah saya sudah mengenalimu. Bukankah kamu dahulu orang yang berpenyakit belang sehingga orang lain merasa jijik kepadamu? Bukankah kamu dahulu orang yang miskin kemudian Allah memberi kekayaan kepadamu? Si belang berkata : Harta kekayaanku ini adalah warisan dari nenek moyangku. Malaikat itu berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak  seperti keadaan si botak waktu itu. Dan berkata kepadanya seperti apa yang di katakan kepada si belang . Si botak juga menjawab seperti jawaban si belang tadi Kemudain malaikat tadi berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat tadi mendatangi si buta dengan menyerupai orang buta seperti keadaan si buta waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor kambing untuk bekal dalam perjalanan saya.

Si buta berkata : Saya dahulu adalah orang yang buta kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah Yang Maha Mulia.

Malaikat itu berkata : Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu itu di uji dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu (si belang dan si botak ). “
(HR. Al Bukhari dan Muslim, hadits ini juga di sebutkan oleh Al Imam An Nawawi dalam Riyadhush Shalihin hadits no. 65)

Di dalam sabda Nabi saw yang mulia tersebut banyak terkandung faedah dan pelajaran bagi kaum muslimin. Tidaklah Rasulullah saw menceritakan kisah kejadian umat terdahulu melainkan untuk menjadi pelajaran bagi umat yang datang setelahnya.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. “ (QS. Yusuf : 111)

Baca Selengkapnya ....
Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sakura Islam.