Kisah Teladan Si Belang Si Botak dan Si Buta Menyikapi Ujian

Posted by al Luky Kamis, 17 Januari 2013 0 komentar
Nabi saw pernah menceritakan (artinya) : “ Ada tiga orang dari Bani Israil menderita penyakit belang, botak, dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun utus kepada mereka Malaikat.

Malaikat itu datang kepada si belang dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si belang menjawab : Saya mendambakan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilang penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku. Malaikat itu pun mengusap si belang, maka hilanglah penyakit yang menjijikkannya itu, bahkan ia diberi paras yang tampan.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si belang menjawab : Unta.  Kemudian ia di beri untu yang bunting sepuluh bulan. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan ? Si botak menjawab : Saya mendambakan rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang-orang jijik kepadaku ini. Malaikat itu pun mengusap si botak, maka hilanglah penyakit itu, serta di berilah ia rambut yang bagus.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi? Si botak menjawab : Sapi. Kemudian ia di beri sapi yang bunting. Dan malaikat tadi berkata : Semoga Allah memberi barakah atas apa yang kamu dapatkan ini.

Kemudian malaikat itu datang kepada si buta dan bertanya : Apakah yang paling kamu dambakan  Si buta menjawab : Saya mendambakan agar Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat. Malaikat itu pun mengusap si buta, dan Allah mengembalikan penglihatannya.

Malaikat itu bertanya lagi : Harta apakah yang paling kamu senangi ? Si buta menjawab : Kambing. Kemudian ia di beri kambing yang bunting.

Selang beberapa waktu kemudian, unta, sapi dan kambing tersebut berkembang biak yang akhirnya si belang tadi memiliki unta yang memenuhi suatu lembah, demikian juga dengan si botak dan si buta, masing-masing memiliki sapi dan kambing yang memenuhi suatu lembah.

Kemudian Malaikat tadi datang kepada si belang dengan menyerupai orang yang berpenyakit belang seperti keadaan si belang waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor unta untuk bekal dalam perjalanan saya. Si belang berkata : Hak-hak yang harus saya berikan masih banyak.

Malaikat itu berkata : Kalau tidak salah saya sudah mengenalimu. Bukankah kamu dahulu orang yang berpenyakit belang sehingga orang lain merasa jijik kepadamu? Bukankah kamu dahulu orang yang miskin kemudian Allah memberi kekayaan kepadamu? Si belang berkata : Harta kekayaanku ini adalah warisan dari nenek moyangku. Malaikat itu berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat itu datang kepada si botak  seperti keadaan si botak waktu itu. Dan berkata kepadanya seperti apa yang di katakan kepada si belang . Si botak juga menjawab seperti jawaban si belang tadi Kemudain malaikat tadi berkata : Jika kamu berdusa, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula.

Kemudian Malaikat tadi mendatangi si buta dengan menyerupai orang buta seperti keadaan si buta waktu itu, dan berkata : Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah kemudian engkau. Saya meminta kepadamu  seekor kambing untuk bekal dalam perjalanan saya.

Si buta berkata : Saya dahulu adalah orang yang buta kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah Yang Maha Mulia.

Malaikat itu berkata : Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu itu di uji dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu (si belang dan si botak ). “
(HR. Al Bukhari dan Muslim, hadits ini juga di sebutkan oleh Al Imam An Nawawi dalam Riyadhush Shalihin hadits no. 65)

Di dalam sabda Nabi saw yang mulia tersebut banyak terkandung faedah dan pelajaran bagi kaum muslimin. Tidaklah Rasulullah saw menceritakan kisah kejadian umat terdahulu melainkan untuk menjadi pelajaran bagi umat yang datang setelahnya.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. “ (QS. Yusuf : 111)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kisah Teladan Si Belang Si Botak dan Si Buta Menyikapi Ujian
Ditulis oleh al Luky
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://alluky.blogspot.com/2013/01/kisah-teladan-si-belang-si-botak-dan-si-buta-menyikapi-ujian.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sakura Islam.