Tentang Kucing dan Pulau Kucing di Jepang

Posted by al Luky Minggu, 23 Desember 2012 3 komentar
Kucing adalah suatu binatang yang sangat akrab dengan kehidupan manusia. Sangat akrab, karena menjadi kesayangan bagi si Majikan. Banyak alasan kenapa kucing menjadi hewan kesayangan, antara lain karena ia memiliki bentuk dan warna yang unik serta sifatnya yang manja sehingga membuat siapapun yang melihatnya merasa iba dan seakan tak tega untuk menyakitinya.

Makhluk Allah ini telah menjadi teman manusia sejak dahulu. Teman yang membuat banyak cerita di dalam hidup seseorang baik itu cerita yang menyenangkan ataupun menjengkelkan.  Orang yang menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan adalah orang yang beruntung. Mengapa ? Karena Ia adalah binatang yang tidak najis. Bahkan kita tak perlu takut terjangkiti penyakit akibat di gigit oleh kucing ataupun takut tertular bakteri yang biasa di temukan pada hewan peliharaan lain.
  Hal ini telah di teliti oleh para ahli sains mereka mendapati bahwa kulit kucing mempunyai otot-otot yang senantiasa berupaya melawan sel bacteria, sehingga ia tidak bisa menjadi sarang untuk bakteri. Ototnya juga dapat menyesuaikan diri dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing pula dilapisi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing dimana benjolan itu berbentuk bengkok menguncup seperti kikir atau mata gergaji. Bentuk ini amat berguna dalam membantu membersihkan kulitnya.

Jika kita lihat semasa kucing sedang minum. Kita akan dapati tiada setitis air pun yang akan jatuh dari lidahnya. Di samping lidahnya yang merupakan alat pembersih yang amat canggih, permukaan lidahnya yang kasar berfungsi untuk membuang bulu-bulu mati di badannya dan membersihkan sisa-sisa bulu di badannya.
Itulah tadi perkenalan tentang kucing, sekarang kita akan melihat keunikan lain yang masih berhubungan dengan kucing.

Di suatu pulau yang berada di Jepang penduduknya di huni oleh  warga yang rata-rata sudah lanjut usia. Desa ini bernama Desa Tashiro tapi lebih di kenal sebagai ‘Pulau Kucing’. Hal ini di sebabkan oleh jumlah kucingnya yang lebih banyak dari jumlah penduduk yang menempati pulau ini sehingga tak heran kita bisa melihat kucing berkeliaran di mana-mana.

Luas pulau ini sekitar 3,14 kilometer persegi dan terletak 20 kilometer dari pelabuhan Ishinomaki di utara Jepang.  Karena di huni oleh 100 orang warga yang kebanyakan sudah berusia lanjut di atas 70 tahun,  maka ada bentuk keresahan yang di rasakan warga di sini. Mereka meresahkan musibah yang kapan saja bisa terjadi, utamanya kebakaran. Di usia mereka yang sudah lanjut seperti ini, kondisi fisik dan tenaga mereka sudah tidak memungkinkan lagi untuk bisa berbuat banyak menyelamatkan diri dan menyelamatkan barang-barang yang berharga, serta memadamkan api yang membakar pemukiman kalau musibah tersebut memang akan terjadi. Di tambah lagi penglihatan mereka yang sudah buram. Oleh karena itu mereka berharap agar para anak muda bisa pindah ke Desa Tashiro ini.

Untuk mendatangkan penduduk berusia muda di sini, cara yang mereka lakukan adalah dengan memanfaatkan keberadaan kucing yang beraneka ragam dengan ciri khas tersendiri yang banyak berkeliaran di Desa Toshiro ini dan juga melakukan kampanye-kampanye kepada para wisatawan yang akan berlibur.

Untungnya usaha ini membuahkan hasil, hal ini di tandai dengan meningkatnya jumlah penumpang kapal feri penghubung pulau ini. Biasanya kapal feri ini hanya mengangkut 10-20 penumpang per hari setelah musim panas. Namun sejak September lalu, jumlah itu meningkat dua kali lipat di hari biasa dan lebih dari tiga kali lipat pada akhir pekan. "Kami lihat makin banyak yang datang membawa kamera dan makanan, bukannya alat pancing," ujar seorang pegawai kapal feri Ajishima. Ditambahkannya, para turis tetap datang meski sudah dekat musim dingin.

Ternyata ini dampak dari tayangan sebuah stasiun televisi yang membuat acara tentang Jack the Lop Ear, seekor kucing jantan belang hitam-putih sehingga Desa Tashiro dijuluki "Pulau Kucing". Gerak-geriknya yang lamban dibanding kucing lain malah membuat popularitasnya meroket.
"Saya begitu senang bisa melihat Jack. Setelah pensiun, saya mau tinggal di sini saja," tutur Shiho Amano, 18, yang menyukai kucing. Amano khusus datang dari Nagoya ke Tashiro untuk menyaksikan pameran foto yang digelar badan promosi wisata. Telepon genggamnya sudah penuh oleh foto-foto kucing terkenal itu.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Tentang Kucing dan Pulau Kucing di Jepang
Ditulis oleh al Luky
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://alluky.blogspot.com/2012/12/tentang-kucing-dan-pulau-kucing-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

3 komentar:

Arkan Azis mengatakan...

kenapa ya kucing serasa betah banget tinggal di rumah saya padahal udah diusir beberapa kali?

Obat asam urat tradisional mengatakan...

KERN INFO YANG MENARIK TRIMAKASI.

obat asam urat tradisional mengatakan...

info yang menambah pengetahuan trimakasih.

Poskan Komentar

Panduan blog dan SEO support Jual Online Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sakura Islam.